Selasa, 16 Januari 2018

Laptop Vs. Tablet Untuk Mahasiswa: Mana yang Tepat untuk Anda?

Pergi ke perguruan tinggi adalah kesepakatan besar. Dan memutuskan apa yang akan kamu bawa? Nah itu hampir tidak mungkin. Membuat catatan dan mengetik tugas adalah bagian tak terelakkan dari semua kehidupan mahasiswa, jadi penting bagi Anda untuk memiliki perangkat yang sesuai dengan Anda. Jika Anda tidak yakin apakah laptop atau tablet itu tepat untuk Anda, bacalah artikel di bawah dan pertimbangkan pro dan kontra yang tercantum.



Laptop


Kelebihan:

Laptop memiliki layar yang lebih besar. Hal ini membuat lebih mudah untuk mengetik dan mengerjakan tugas di laptop karena Anda tidak akan pernah frustrasi dengan ukuran layar Anda yang kecil. Selain itu, jika Anda berencana menonton televisi atau film di laptop Anda, maka memiliki layar yang lebih besar dapat meningkatkan pengalaman menonton Anda.
Laptop memiliki lebih banyak memori. Jika Anda adalah seseorang yang suka menyimpan segala sesuatu di perangkat elektronik Anda, termasuk film, gambar, dokumen, dan banyak aplikasi, Anda mungkin memerlukan laptop. Laptop lebih besar dan karena itu memiliki lebih banyak memori.
Kontra:

Laptop lebih berat dan lebih besar artinya mereka lebih sulit dibawa kemana-mana. Jika Anda tahu bahwa Anda memiliki perjalanan panjang, mungkin membawa laptop yang berat mungkin bukan pilihan terbaik.
Laptop memiliki umur panjang baterai yang lemah. Keprihatinan yang banyak diungkapkan dengan laptop adalah bahwa setelah beberapa bulan saja, baterai laptop Anda akan sangat digoreng sehingga komputer Anda hampir tidak dapat menahan biaya lebih dari beberapa jam. Ini adalah perhatian yang sah dan jika Anda tidak merawat laptop Anda dengan benar, Anda bisa mendapatkan laptop yang perlu diisi ulang setiap dua jam atau kurang. Ini adalah masalah besar jika Anda memiliki kelas yang terbentang 2 jam atau lebih.



Tablet


Kelebihan:

Tablet lebih ringan dan mudah dibawa. Mereka akan masuk ke dompet, tas jinjing, dan ransel, dan beratnya hampir tidak ada apa-apa, yang berarti bahkan jika Anda memiliki perjalanan panjang antara kampus dan rumah Anda, tablet tidak akan menimbang Anda.
Tablet memiliki kualitas rekaman audio dan visual yang sangat baik yang memungkinkan Anda merekam kuliah kelas dan memainkannya kembali dengan mudah. Ini bisa menjadi alat belajar yang hebat dan merupakan sesuatu yang tidak mungkin dilakukan dengan laptop.
Kontra:

Layar tablet lebih kecil yang bisa membuat frustrasi saat mencoba mengerjakan tugas. Untuk mencatat, tablet akan melayani tujuannya, namun jika Anda sedang menulis makalah atau mencoba mengerjakan powerpoint, terkadang akan agak sulit.
Tablet mungkin tidak memberi Anda akses ke aplikasi terbaik. Bila Anda memiliki laptop, Anda dapat mendownload program yang telah Anda gunakan selama bertahun-tahun seperti Microsoft Word. Namun, pada tablet Anda harus bergantung pada aplikasi yang tersedia, banyak di antaranya mungkin bukan yang Anda inginkan. Anda juga mungkin harus membayar harga yang lebih tinggi untuk aplikasi daripada jika Anda mendownloadnya di laptop.
Tablet mahal. Kesenjangan dalam hal ini dengan cepat ditutup, bagaimanapun, biaya tablet rata-rata jauh lebih banyak daripada rata-rata laptop. Laptop dengan ujung bawah yang memiliki kualitas yang sebanding dengan tablet berkualitas bagus akan menghabiskan biaya rata-rata $ 300-400, sementara tablet dengan kualitas yang sama akan membuat Anda kembali $ 500-600.


Takeaway: Ini semua tentang apa yang tepat untuk Anda. Pikirkan berapa banyak waktu yang Anda habiskan di komputer, berapa jam kelas yang Anda miliki sehari, dan apa yang Anda butuhkan untuk komputer Anda. Misalnya, jika Anda seorang mahasiswa desain seni atau grafis yang perlu menggunakan aplikasi seperti Photoshop secara teratur, maka layar laptop yang lebih besar mungkin lebih baik. Namun, jika Anda memiliki perjalanan panjang dan hanya memerlukan perangkat untuk mencatat dan mengirim email, maka tablet mungkin berada tepat di gang Anda.

Minggu, 10 Desember 2017

Sewa Mobil Jogja Ke Bukit Parangtritis Paralayang Yang Indah



Nikmati keindahan Parangtritis tidak sesegera mungkin mengayuh pasir atau hanya di pantai saja. Cobalah mengunjungi Bukit Parangtritis Paralayang. Disini pengunjung akan menemukan sensasi tersendiri untuk menikmati keindahan Pantai Parangtritis

Untuk menuju tempat ini sebaiknya menggunakan sewa mobil jogja. Dinamai Bukit Paralayang jelas artikelnya jelas bukit ini menjadi tempat kegiatan Paragliding digelar. Posisi Berposisi di perbukitan yang langsung menghadap ke lautan yang luas ini jelas sangat pas untuk menerapkan paralayang
Meski lokasi paralayang bekerja paralayang, tak sedikit pengunjung yang datang ke sini hanya untuk menikmati pemandangan yang disuguhkan di tempat ini. Dengan ketinggian 900 Mdpl, pengunjung bisa menikmati keindahan garis Pantai Parangtritis yang bertemu langsung dengan luasnya Laut Selatan. Waktu favorit untuk mengunjungi tempat ini adalah saat matahari terbenam. Twilight dramatis di cakrawala barat benar-benar akan menjadi pembelajaran yang tidak akan pernah terlupakan
Paragliding Hill awalnya hanyalah sebuah bukit biasa. Setelah itu melawan tahun 1991 dibuat pondasi beton pertama untuk fasilitas paragliding work out. kemudian dilanjutkan untuk membuat fasilitas pendukung seperti joglo pendopo, tangga, dan area parkir sekitar tahun 1998
Paralayang bekerja keluar para aktivis melakukan aktivitas paralayang dari bulan Desember sampai Februari saat cuaca cerah dan angin bertiup cukup kencang. Namun seiring dengan turunnya cuaca tidak menentu, para pelaku kerja paralayang pun kesulitan menjadwalkan jadwal tetap tetap
Bukit Paralayang Parangtritis sangat mudah dijangkau. Dari kota Yogyakarta pengunjung mengambil jalan Parangtritis melalui Pantai Parangtritis menuju Wonosari. Tiba di persimpangan Girisubi mengambil hak menuju Bukit Paragliding. Pengunjung akan melewati jalan ynag cukup menanjak dan curam jadi dianjurkan untuk membuat kendaraan yang kencang menanjak. Setelah sekitar 1 km, akan mendapatkan joglo pendopo dan area parkir Bukit Paralayang. Dari sini lanjutkan perjalanan dengan menuruni tangga sekitar 100 meter. Tidak adanya biaya retribusi, pengunjung hanya perlu membayar parkir sebesar 3000 rupiah. Begitu juga bagi yang berminat mencoba paralayang yang ekstrem, harganya Rp 300.000 / orang

Ditulis ulang oleh Faisal Reza Srg